Pintu Terlarang. Whew,

SINOPSIS

Seorang pematung bernama Gambir (Fachri Albar) mulai merasakan kehidupanya yang sukses menjadi mencekam sejak ia mulai diteror oleh sebuah pesan. Dan sejak itu, kehidupannya tidak pernah sama lagi, dan segala kejadian misterius tersebut berhubungan dengan sebuah pintu berwarna merah yang berada di studionya. Bagaimana kita bisa mendapatkan jawaban apabila kita tidak bertanya ?

REVIEW

Bisa dibilang Joko Anwar merupakan seorang tokoh perfilman nasional yang kualitasnya semakin menaik tiap filmografinya, (sori, bukan Rudi Soedjarwo atau Ody C Harahap). Kali ini Joko Anwar membuat loosely based novel. Novel thriler karya Sekar Ayu Asmara menjadi pilihannya. Dan ternyata, film ini bisa jadi merupakan jawaban dari novelnya yang bisa dibilang lumayan rancu ending-nya. Apabila kita mempunyai kedua medianya, maka result-nya adalah : Versi novelnya sangat berkelas, dan terkesan tertutup, ketika awal-awal babpun, kata-katanya dirangkai secara glamor dan agak lebay. Berbeda dengan Versi Filmnya yang lebih keras dan lebih dalam.

Yang membuat salut disini adalah, Joko Anwar tampaknya sangat menyukai sekali setting lama seperti filmografi terdahulunya, Kala. Mungkin tone film thriller Indonesia memang seperti ini rasanya. Sangat eksperimental. Dengan kru yang sama dengan film Kala, jadilah film ini bisa dibilang komperan sama film tersebut. Bedanya, mungkin karena disini Joko benar-benar ingin membuat film yang totally fun untuk penonton, tema yang disuguhkan walau terkesan berat, pasti gampang dicerna kalau eksis menyaksikannya (maksudnya ya...nontonnya jangan setengah2).

Kalau sering mengunjungi blog Pintu Terlarang saat film ini masih in production, pasti bakal ngeliat gimana fun-nya bikin film serius ini. Musiknya eksperimental, tapi keren banget ! Boleh dibeli di toko-toko CD yang jual soundtracknya, cuma saya belum beli.

Akhir ceritanya, tentu saja twist, bagi yang belum mendengar mengenai ending film ini, lebih baik biarkan saja rasa penasaran anda dan tonton sendiri filmnya. Untuk yang sudah baca bukunya, menurut saya sih jangan terlalu berekspetasi dengan film ini karena filmnya tidak banyak memuat hal-hal elegan yang eksplisit seperti yang diungkapkan Sekar Ayu Asmara dalam novelnya. Filmnya lebih berstruktur, namun, di bagian HEROSASE inilah, kalau dibilang, sangat tidak kena sekali dengan ending-nya, alias tidak nyambung.

Inti dari review ini, bagaimanapun, bvila anda ingin menyaksikan thriller Indonesia, saksikanlah film ini ! Totally entertaining to watch it !

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

TAKUT. Not Scream Enough...

SINOPSIS
Dina Olivia adalah seorang gadis modern yang tidak percaya dunia supranatural, sementara di sisi lain Shanti dan Fauzi Baadilah adalah dua orang yang bepikir bahwa supranatural dapat menjadi jawaban dari sifat manusiawi mereka. Hal tersebut juga diyakini Wiwied sang penari, dimana kecantikan adalah modal mutlak yang harus dimiliki. Namun arti kecantikan untuk Shareefa Daanish adalah bahwa ia dapat menggunakannya untuk mengelabui semua laki-laki yang akan menjadi korbannya. Di bagian kota yang lain, Marcella Zalianti harus berhadapan dengan pengkhianatan Lukman Sardi yang menusuk sanubarinya. Dan tanpa disadari seluruh isi kota kota terancam punah karena adanya mutasi gen yang mengakibatkan manusia berubah jadi zombie-zombie lapar yang haus darah.

6 cerita pendek karya 7 orang sutradara (Riri Riza, The Mo Brothers, Rako Prijanto, Ray Nayoan, Raditya Sidharta, dan Robby Ertanto) menjadi sebuah anthology film pendek berjudul TAKUT, dimana 1 jeritan dapat mewakili semua ketakutan yang ada pada seorang manusia.


REVIEW
Untuk mengungkapkan kejelekan film ini, lebih baik kita membahasnya satupersatu... Daripada anda cukup terjerumus untuk membeli VCDnya. (Seperti saya...hiks hikss)

SHOW UNIT
Penulis/Sutradara : Rako Prijanto
Pemain : Marcella Zalliyanti - Lukman Sardi

Dengan efek sinematografi berwarna hitam-putih yang Sin City banget. (Tapi malah warna-warna dasar yang nggak enak seperti biru dan krem muncul terus-menerus) Bercerita tentang seorang pria yang tidak sengaja membunuh anak pacarnya (dari mantan suami si pacar) terus akhirnya suaminya ikut terbunuh juga. Plotnya, umm garing, dan nggak ngefek sekali sebagai pembuka, akhirnyapun yang mestinya bisa dirangkai cerdas, malah cuma menjadi ambigous ending yang aneh dan tidak jelas. Mana style hitam putih-nya membuat sakit mata lagi !! Saat pertama-teama menonton, hitam-putihnya sangat menarik, namun saat terakhir, seperti tone Sepia Apa Artinya Cinta? Show Unit hanya menaikkan alis penonton semata (penonton cerdas mungkin)

TITISAN NAYA
Penulis/Sutradara : Riri Riza
Pemain : Dinna Olivia - Junior Lim

LLOH ? Adalah salah satu dari ekspresi kekesalan saya menghadapi cerita film ini, benar-benar plot horor Indonesia yang komersil, padahal bisa ditampilkan dengan baik. Mengenai seorang wanita bernama Naya yang tidak mempercayai hal-hal mistis, dan malah berusaha merayu sepupu mudanya (Junior Lim), hmmmmmmmmm.... Hal-hal yang diungkapkan pada menit-menit pertama sungguh menyebalkan, karena sebelum upacara pencucian keris sekalipun, Naya sudah diperlihatkan hal-hal aneh (Padahal Ia belum mempunyai kaitan dengan karma sesudahnya). Dan pada puncak kisahnya (yang sepertinya dibuat hanya 2 menit saja) Naya harus melawan ketakutannya dengan melihat para nenek-moyangnya melotot terus-menerus, mereka menakuti Naya bagai konvoi partai, terus-menerus, tidak ada tensi seram, tidak ada tensi teror, hanya seperti drama biasa, Coraline saja bisa lebih seram !! sebagai film kedua, TAKUT makin nggak banget untuk dilanjutkan.

PEEPER
Penulis/Sutradara : Ray Nayoan
Pemain : Epy Kusnandar - Wiwied Gunawan

Ray Nayoan pikir dia Paul Verhoeven, dan Wiwied Gunawan pikir dia Sharon Stone. Maunya jadi erotic-thriller yang menguras atas bawah, malah menjadi kegagalan telak. Benar-benar memalukan... Bercerita tentang Bambang yang sangat suka mengintipi wanita, dan dalam cerita ini, Ia berusaha mengintip seorang penari ronggeng di sebuah sendratari, dan pada akhirnya, Bambang diperlihatkan wujud kecantikan wanita itu... Dimana erotiknya ? Kalau cuma PADATAS (Pamer Dada Atas) sih semua film bisa... thriller sense-nya juga tidak terjalin dengan apik, ya tapi, jangan disalahkan, wong cuma film pendek, toh ? Dan mestinya, semua filmmaker setidaknya tahu kalau sebuah film pendek itu ya, harus ringkas, tapi keringkasan empat film pertama film TAKUT ini benar-benar buruk, lima bahkan (yang bagus memang cuma Dara) karena penyelesaiannya terlalu ambigous dan tidak kena dalam nalar...

THE LIST
Penulis/Sutradara : Robby Ertanto
Pemain : Shanty - Fauzi Baadilah

ha ha ha, saya kasihan karena film ini nggak ada lucu-lucunya, jadi daripada kelihatan garing, mending saya tertawa deh. Penyelesaian dendam lewat dukun ini cukup unik untuk menjadi sebuah film dengan tema yang biasa tapi beda dalam sinema Indonesia, bahkan unsur komediknyapun sedikittttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt lucu, tapi ada yang lupa saya katakan, kalau memang nggak bisa lucu ya nggak usah, ribet banget sih, sense of humor dari si dukun yang garing ditambahin pula musik score yang lumayan mirip dengan sound effect dalam acara TV slapstik (Toenggg, towewww) adalah sedikit dari sumber adaptasi musik disini, jadinya, film The List merupakan film yang garing. TITIK.

THE RESCUE
Penulis : Brian Yuzna
Sutradara : Raditya Sidharta
Pemain : Reuben Elishama - Eva Celia - Sogi Indra Dhuaja

Akting buruk. Efek buruk. Naskah jiplakan 28 Days Later plus sedikit Rec versi Indonesia, hasilnya jangan ditanya, kekurangan terleltak kepada cerita, CERITANYA GA FRESH !! Benar-benar deh, Titisan Naya saja yang dumbsimple bisa lebih bagus dari ini. Ceritanya seputar penyelamatan seorang gadis dari gedung penuh zombie, benar-benar tidak memuaskan seperti filmografi Raditya Sidharta sebelumnya, The Shaman dengan editan yang buruk.

DARA
Penulis/Sutradara : The Mo Brothers
Pemain : Shareefa Daanish - Mike Lulock - Ruli Lubis - Dendy Subangil

Most fresh movie in this bad compilation ! FIlm ini mengulik rahasia dibalik kelezatan masakan seorang pemilik restoran bernama Dara, yang berkaitan erat dengan laki-laki yang diundangnya malam itu. Mike Lulock, Dendy Subangil, dan Ruli Lubis diceritakan semestinya akan datang bergantian, namun masing-masing dari mereka datang bersamaan dan membuat Dara menciptakan pilihan yang sulit.

Slasher balck comedy ? What black comedy ?? Namun tingkat kesadisan yang diciptakan The Mo Brothers dalam film ini, cukup membuat mata anda yang ngantuk-ngantuk dengan previous movies menjadi terbuka lebar, detil penggorokan lehernya satu tingkat dibawah sedikit dari Pintu Terlarangnya Joko Anwar. Aplause untuk scene dimana Mike Lulock berhasil dibantai oleh Dara. Dengan mensyut bagian ekspresi wajah Dara yang terciprat darah, whoa ! Betul2 bagus !! Sayangnya, kalau membaca dan melihat versi panjangnya (Macabre) plot Hostel tampak mirip dengan film ini, beberapa orang bakal mengatakan film ini jiplakan.


TAKUT merupakan kompilasi horor yang mengecewakan, namun Dara berhasil membuat sedikit saja kompilasi ini pantas ditonton, lebih baik, VCD ini di-burn dan dipotong dibagian film pendek Dara saja, lalu disebarkan antar teman dan VCD Takut-pun, akhirnya tidak dibeli. Hal itu lebih menyenangkan tentunya bagi penggemar...





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Final Destination, A Smart Gory.


SINOPSIS

Tidak lama setelah menaiki pesawat yang akan terbang dalam acara kunjungan kelas ke Paris, Alex Browning (diperankan Devon Sawa), mendapat penglihatan bahwa pesawat yang dinaikinua, Boeing 747 Volee Air Penerbangan 180 akan meledak tidak lama setelah lepas landas. Alex berusaha untuk membatalkan penerbangan pesawat itu dan membuat keributan di pesawat. Setelah keributan itu, akhirnya dia dikeluarkan dari pesawat dengan salah satu gurunya, dan beberapa siswa lain yang juga membatalkan pemberangkatan karena diperintah untuk menjaganya. Hanya beberapa saat setelah pesawat lepas landas mereka menyaksikan pesawat yang sebelumnya mereka tumpangi itu meledak, menewaskan seluruh penumpang yang berada di pesawat, seperti teman baiknya, George (saudara kembar Tod) dan pacar Alex dan Tod, Blake Dreyer (Christine Chatelain) dan Christa Marsh (Lisa Marie Caruk). Sedangkan mereka yang selamat, awalnya lolos dari kematian, namun kehidupan mereka hanya tinggal sebentar, rangkaian kematian misterius yang mengerikan mulai menghantui mereka..

REVIEW

A A- of Gore. Sebuah film yang sekarang sering muncul di sebuah stasiun TV swasta ini adalah sebuah film yang bisa dibilang baru untuk jaman ketika film ini dirilis. Final Destination tak ubahnya Saw versi teenage plus unsur supernatural. Film berbujet 23 juta dolar ini merupakan film yang menurut saya, "a worthy worst experience" dalam mengisi durasinya. Sinopsis awal yang diberikan kepada penonton benar-benar nyaris berbeda dengan isi di dalamnya, isi di dalamnya lebih full-gory dan intens seramnya lebih terasa. Final Destination mungkin mengingatkan kita kepada kematian, tetapi film ini benar-benar membuat orang yang lemah jantung bisa berubah menjadi necrophobia saat menontonnya. Kita semua tahu, kita akan mati, tetapi siapa yang mau mengakhiri hidup dengan cara terpotong kepalanya atau ditabrak bus ? Itu mungkin, dan itu bisa saja terjadi. Film Final Destination untungnya merupakan film generasi MTV yang cukup baru dalam pemilihan genre-nya, sehingga film ini bisa dicap bagus dan tidak berlebihan dalam mengisi scene kematian-kematian sadis itu. Dari kesemua film yang ada di seri Final Destination, film inilah yang menurut saya paling bagus dalam penggarapannya, semua terasa real, semua adegan kematiannya tidak berlebihan dan unsur sub-plot-nya juga bisa damai dengan plot utama. Tontonlah film ini ! A smart and enjoyable gory movie !!!

VERDICT
Film gore yang bagus dan tidak berlebihan.
3 of 5


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Sebuah Komentar

Komentar yang saya akan isikan kedalam blog ini semata-mata bertujuan untuk membuka mata bahwa sebuah produk tidak sebagus atau sejelek yang dikira. Ya ? We know !


Jadi apabila ada salah satu pihak yang merasa tersinggung dengan komentar saya, maaf saja, tapi ini adalah blog ! Komentar ! Dan nobody will really life without comment....

Salam Regards
Biaza_Aja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS