The Spiderwick Chronicles. Worst Adaption. Good Movie...

SINOPSIS

Perceraian kedua orangtuanya membuat anak-anak keluarga Grace yang dibawa sang ibu untuk pindah ke sebuah rumah terpencil di tengah hutan. Suasana yang kalut membuat seringkali suasana tampak panas.

Jared Grace, sang pembuat masalah, memutuskan untuk mendalami "ilmu" baru yang ia dapatkan dari sebuah buku yang ia temukan, yang berjudul Field Guide yang diciptakan kakek buyutnya Arthur Spiderwick.

Perlahan, kedua saudaranya, Simon kembarannya dan kakak mereka, Mallory, mendapatkan fakta bahwa sebuah makhluk mengerikan dan jahat mengincar pengetahuan dalam buku tersebut dan rela menghabisi nyawa siapapun untuk mendapatkannya. Dengan bantuan makhluk Brownie dan hobgoblin, mereka harus melawan makhluk tersebut, cepat atau lambat.

RATING/FOR ME RATING

Rated PG for scary creature action and violence, peril and some thematic elements.

REVIEW

Saya sudah tiga kali membaca seri buku karangan Toni DiTerlizzi dan Molly Black itu. Dan perasaan yang didapat setelah membacanya selalu sama. Dalam satu kata, Seru. Dalam satu kalimat, sebuah karya fantasi untuk young adults yang seru dan menarik untuk dinikmati. Ilustrasinya yang mengena, pilihan kalimat yang berstruktur dan mudah dicerna, membuat seri ini pantas untuk segala usia.

Tetapi, sekalipun film ini mendapatkan banyak pujian, saya merasa film ini sangat biasa untuk ukuran sebuah film fantasi. Karena saya terpaku pada novel, intisari novelnyapun hanya setengahnya saja. Bahkan durasinya pun kurang dari 100 menit ! Seharusnya kedua penulis itu menerbitkan juga Mini Series film ini, pasti laris.

Jalan cerita dipandu oleh seorang anak saja, yakni Freddie Highmore yang berperan ciamik di August Rush. Namun disini, saya sangat terang sekali bahwa kekuatan aktingnya hanya bisa ditemukan di Scary Movie. Film komedi satir itu diperankan orang-orang yang gelisah saat pengambilan gambar dan bertingkah tidak seperti pemeran yang diperankan. Begitupun Freddie yang me"nyamar" sebagai Jared Grace. Jared yang saya impikan itu seperti Daniel Radcliffe saat ia masih muda sekali, karena begitulah sosok yang ia bawa lewat seri HP. Dan Freddie membawa karakter saya menjadi anak goblok yang kerjaannya mengutamakan menghela nafas sejenak dibanding berlari terus menerus, bahkan perannya sebagai Simon lebih baik dari itu. Dan tentu saja, karena pemeran utamanya seperti ini, pemeran lainnya tampak sangat desperate sekali. Tampak raut muka mereka yang hanya melihat pembicaraan antara si Jared dengan tokoh fantasi lain, muka mereka seakan berkata, "gue napa yang ada disitu,". Mereka semua tampak seperti pemeran Brenda (Regina Hall) dalam Scary Movie (juga).

Namun sisi lainnya benar-benar mengagumkan ! Musiknya padu dengan sinematografi yang standar namun cemerlang, sedangkan visual efeknyapun tidak kalah, sebagai dominasi, maka menawarkan banyak spesial efek yang jarang ditemui (ini cuma akal2an saya saja, abis kasian dengan filmnya yang super standar).

Pemain yang jelek, namun sisi lainnya standar, cukup puas ?

2,5 of 5

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "The Spiderwick Chronicles. Worst Adaption. Good Movie..."

Posting Komentar