Beranak Dalam Kubur "The Movie"
Jessy, Jovan, Titaz, Kaila dan Brian adalah sahabat dan mahasiswa kedokteran. Mereka mengikuti observasi praktikum anatomi di sebuah rumah sakit. Disana mereka menemukan kamar mayat yang sudah ditutup selamanya, tapi mereka memasukinya dan tanpa mereka ketahui, sesungguhnya sesosok mayat wanita tersembunyi di balik sekat
Sejak itu, satu per satu dari mereka mendapat gangguan dari hantu dari mayat wanita tersebut. Belakangan barulah terungkap, sosok hantu wanita tersebut adalah Jasmine. Gadis desa yang mengejar mimpinya menjadi penyanyi terkenal di ibukota. Namun karena kelalaiannya, Jasmine hamil akhirnya mati secara tragis. Kegaiban membuat Jasmine keluar dari kuburnya setelah melahirkan bayinya. Namun Jasmine dan bayinya akhirnya mati. Sejak itulah, arwahnya gentayangan … dengan membawa dendam
Berhasilkah Jessy, Jovan dan Titaz mengatasi masalah makhluk gaib tersebut? Ketika mereka mulai menemukan titik terang untuk mengembalikan ketenangan arwah Jasmine, mereka harus merelakan kematian satu diantara mereka ?
FOR ME RATING
Rated PG-13 for Disturbing Violence, Disturbing Scary Images, Terror and Brief Nudity
REVIEW
Sebuah produk remake lokal yang bisa dibilang mengecewakan. Anda bisa melihat karakter yang terdiri dari : 3 cewek, 2 cowok (5 orang) yang bisa dilihat nyaris semua film horor Indonesia yang jelek. Namun, saya kira film ini menjelaskan tentang judulnya, "Beranak Dalam Kubur The Movie" (yang sebenarnya tidak nyambung sekali karena film aslinyapun bukan berdasarkan media selain film (sinetron, FTV, etc.)), film yang saya bayangkan akan lihat adalah film yang jelek (saya sudah maklum kok) namun meng-explain mengenai film aslinya yang belum pernah saya lihat. Eeee....ternyata....cuma film horor yang plotnya klise saja, yang mana semua persoalan sepertinya hanya lewat media DUKUN saja. Kenapa sih, tidak seperti The Ring gitu, yang mana si Naomi Watts nyari tempat si Samara aja sampe nyari di media kea internet, koran, buku skrip, foto, klise video yang tak terlihat, kenapa sepertinya hanya lewat media dukun sajalah semua persoalan "horor" bisa diselesaikan.
Belum selesai saya mengeluhkan ceritanya yang dari A-Z tidak ada perubahan, penampilan hantunya juga mengecewakan dan tidak membuat kaget. Anda tidak akan terlompat dari tempat menonton anda dan ngos-ngosan, tetapi, kalau anda termasuk salah satu penonton pintar, anda cuma memandang seperti biasa tanpa gejolak muka sama sekali. Untuk penonton jenis ini, pastinya ia sering menonton film bagus sehingga pandangannya terhadap film menjadi semakin terasah dan berkualitas, dan bahkan ia tidak akan rela mempergunakan waktu percuma hanya untuk menonton film ini.
Musiknya curian, kayaknya ini film dari Koya Management dech, (dan belakangan ini kalau tidak salah namanya diganti jadi Nayato Management) karena seluruh rumahnya tidak ada yang mampu membeli lampu yang menyala terang, KUNINGGG melulu, seakan kehidupan itu ingin diwarnai dengan kuning, (yahh...mati dong ?), sudah begitu editan dengan musiknya ditambahin sound oengaget adegan yang sudah terlalu sering diperdengarkan sepanjang film ini berlangsung, sampai bosan dan terlalu mengulur waktu. Musiknya, sudah curian, diputar berulang-ulang lagi, seperti bila anda memutar satu CD ato MP3 berisi score yang ada 12 lagu, dan setelah itu, playlist itu berputar kembali seperti roda, berapa kali saya mendengar bunyi yang sok sendu "eeeeeeeeee" pas ada adegan yang menurut si pembuat film lagi sedih.
Aktingnya, ya ampun, saya saja bisa berakting lebih total daripada film ini, pastilah apabila film ini masuk Amrik, dapet Razzie, film ini hanya lebih bagus sedikit dari 13 Cursed Stories dari penggarapannya, ceritanya ya...curian. Anda akan sering sekali kesal pada akting Adithya Putri yang selalu bilang, "(Titaz atau Kayla, tapi banyakan Titaz) elo kenapa ???", padahal si Adithya Putri ini baru saja melihat temannya keluar dari ruangan tanpa melihat seekor bulldog ganas di dalamnya, dan kalau saya temannya, pastilah kesel melihat perhatian yang SOK berlebihan itu, saya abis ngeliat hantu ke 31 kali dan dia cuma bilang "elo kenapa ?" terus. Maka jawaban saya adalah "gue abis ngeliat hantu lagi, dodol". Akting lainnya hanya diciptakan untuk nempel dan penampilan Prapto Pempek yang dialeknya sok lucu cuma menjadi hinaan saya sepanjang durasi film. Akting lainnya cuma jual hantu saja, namun jarang sekali film Indonesia yang menulis nama pemain pengganti hantu di posternya.
Nggak satisfied dengan film ini !! Kalau anda mencoba, anda juga akan bilang jelek
1 of 5

0 Response to "Beranak Dalam Kubur "The Movie""
Posting Komentar