Angles & Demons

SINOPSIS

Ahli simbol dari Harvard yang sudah kondang, Robert Langdon (Tom Hanks), diperintahkan untuk menganalisa luka bakar berbentuk simbol misterius yang ditemukan di dada Leonardo Vetra, seorang ahli fisika. Dengan bantuan putri angkat Vetra yang bernama Vittoria (Ayelet Zurer, "Vantage Point"), Langdon menemukan bukti-bukti bangkitnya kembali sebuah persekutuan dari jaman kuno bernama The Illuminati, sebuah organisasi bawah tanah yang penuh misteri dan sangat berkuasa. Bersama Vittoria, Langdon mengalami petualangan penuh aksi memecahkan teka-teki, menyusuri makam bawah tanah, bahkan ke gua-gua tersembunyi di perut bumi, menelusuri jejak simbol berusia 400 tahun, satu-satunya harapan Vatikan untuk bisa bertahan.


RATING

Rated PG-13 for sequences of violence, disturbing images and thematic material

FOR ME RATING (To DVD Extended Edition)

Rated R for Some Strong Graphic Violence including Disturbing Images and Material

REVIEW

Jujur saja, film ini lebih menyenangkan daripada pendahulunya, kelihatannya, kali ini Ron Howard lebih senang karena boleh mengeksploitasi novel ini secara bebas (mungkin karena faktor Da Vinci Code yang dulu yang terlalu maksa). Secara garis besar, film ini bisa menjadi pilihan menonton anda bersama TEMAN SEJAWAT anda. Bukan bersama keluarga tentunya, apalagi mengingat bahwa edisi DVD-nya memperlihatkan adegan kekerasan yang terlalu banyak dan mengerikan.

Cerita yang ditampilkan sebenarnya tidak membuat terlalu pusing, karena intrik dan konflik pada novel yang dianggap hanya memperpanjang jalan cerita dipotong. Bila anda telah membaca novelnya dan menyukai ceritanya, seperti halnya saya, film ini menjadi memuakkan dan tidak enak untuk ditonton jadinya. Pastilah saat kita menonton sebuah film dari adaptasi sebuah novel, kita sudah men-judge kelanjutan adegan tersebut, tentunya tebakan anda bisa menjadi sama persis, bisa juga beda jauh, karena adaptasi film bisa bebas bisa juga akurat. Dan anda akan menjadi kesal sekali apabila anda sudah melontarkan kalimat seperti ini :

"Kok beda sih ? Gak kayak di buku ?"
"Bukannya si anu yang begitu ? Kok malah si anu ? Di buku gak kayak gitu ah !"
"Akhirnya kenapa beda sih ? Kok nggak kayak di buku ????"

Dan berjuta tought comment lain yang bisa anda bilang ketika menonton sebuah film adaptasi. Tak pelak, film ini justru dengan kurang ajar mengubah praduga "novel" saya. Bagaimana tidak, endingnya saja beda, jalan ceritanya menjadi lebih gampang, jadilah Robert Langdon versi Ben Gates (National Treasure) yang kerjaanya bukannya menolong, malah mondar-mandir ke satu tempat dengan gaya bicara guru-sejarah-darmawisata yang seakan ingin memberitahukan kita, dengan kalimat seperti ini,
"Ya anak-anak, jadi ini loh bangunan itu, ohh, tentu saja ada mayatnya, tenang saja..."
atau
"Jadi pada tahun blabla ada bangunan blabla yang didirikan blabla"

Gaya bicara itu membuat Robert Langdon saya hilang. Kembalikan Langdon saya !! hsk hsk... Intinya, bila anda belum pernah membaca bukunya, lebih baik menonton dulu, karena alur cerita yang ditampilkan si novel lebih rumit dibandingkan filmnya. Tapi kalau filmnya terakhir, siap-siap saja anda akan kecewa.

Namun dari segi sinematografi dan editing, sangat normal sekali. Sangat hollywood sekali dan anda tidak akan menemukan kedua sisi itu dibuat secara aneh. Anda yang sudah biasa menonton film blockbuster Amrik pasti sudah akrab dengan gambar-gambar disini. Musiknya juga, Hans Zimmer, my beloved music scorer itu melakukannya lagi disini, nuansa tegangnya dibangun secara perlahan dan walaupun bisa dibilang terlalu standar, anda tidak akan menemukan nuansa rock saat adegan-adegan di gereja. Nggak kayak Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets yang aneh.

Alur cerita yang terlalu diberi bumbu oleh penulis skrip memang memuakkan, tetapi bila dipandang dari segi pengamat film, anda bisa menatakan film ini standar sekali karena efeknya pun standar. Anda akan terhibur, tetapi cuma itu yang akan didapat

3 of 5



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Angles & Demons"

Posting Komentar